Spread the love

Palangkaraya – Kota Palangkaraya melaporkan tidak ada penambahan kasus positif COVID-19 selama lima hari berturut-turut, kata Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin.slot judi tergacor

“Tidak ada penambahan kasus lagi dari Rabu (25 Mei 2022) hingga Minggu (29 Mei 2022) dan saat ini masih ada 5 WNI yang positif Covid-19 (30/5/2022).

Dia mengatakan, sejak kasus pertama ditemukan sejauh ini, saldo pasien Covid-19 kota setempat telah mencapai 17.758. Dari jumlah tersebut, 17.203 pasien (96,87%) sembuh total.

Meski tingkat kesembuhannya tinggi, gubernur termuda Kalteng itu tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kemungkinan dan risiko penyebaran virus corona.

Selain itu, pada hari yang sama, menurut data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Palangka Rayashi, 26 dari 30 kelurahan yang ada menjadi kawasan hijau dan sisanya 4 kelurahan menyebar ke kawasan kuning. dari covid-19.

Desa Zona Hijau terbentang di 5 kecamatan di kecamatan Pahandot, dua kecamatan di kabupaten Gikan Raya, enam kecamatan di kabupaten Sapango, enam kecamatan di kecamatan Bukit Batu dan tujuh kecamatan di kecamatan Rakupet.

Keempat kecamatan kabupaten kuning tersebut tersebar di satu kecamatan yaitu kecamatan Pahandot, sedangkan kecamatan lainnya merupakan kecamatan Gikan Raya dan satu kecamatan merupakan kecamatan Bukit Batu.

Untuk itu, Fairlead yang juga ketua tim tanggap COVID-19 di wilayah Palangkaraya, mengajak warga yang memenuhi standar dan persyaratan untuk menyelesaikan vaksinasi mulai dari vaksinasi pertama hingga vaksinasi tambahan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Mulailah dengan mengonsumsi vitamin dan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh melalui olahraga teratur.

Dia juga mengizinkan presiden untuk mencegah penggunaan masker oleh publik di ruang terbuka, tetapi mendesak warga untuk tidak mengabaikannya.

* Untuk mengecek keaslian informasi yang disebarluaskan, harap terhubung ke WhatsApp di 0811 9787670 dengan hanya memasukkan kata kunci yang diperlukan.

Sementara itu, Imran Agus Nurali, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, mengingatkan masyarakat perlu berhati-hati sebelum melepas masker di luar ruangan.

“Jumlah Covid-19 saat ini terkendali, tetapi masyarakat tetap harus waspada,” kata Omran.

Sejak 17 Mei 2022, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kebijakan untuk mendorong penggunaan masker di luar ruangan karena epidemi Covid-19 di Indonesia secara bertahap dikendalikan.

Menurut Omran, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diwaspadai masyarakat terkait melepas masker di tempat umum. Syarat pertama adalah pastikan Anda sudah divaksinasi lengkap sebelum memutuskan untuk membuka masker saat berada di luar ruangan.

Disarankan untuk memakai masker meskipun ada kesembuhan dari penderita TBC atau TBC. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak, sehingga penting untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Polusi udara di perkotaan masih sangat tinggi. Kita harus memakai masker di angkutan umum dan lokasi industri karena melindungi kita dari polusi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.