Spread the love

Bangkai kambing yang ditemukan di Sungai Serang, Desa Susukan, Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah membuat warga sekitar heboh.

Pasalnya, jumlah kambing di sungai tersebut sekitar 97 ekor.pragmatic slot

Terkait kejadian tersebut, Kepala Desa Soskan Johnny Anwar mengatakan, pelaku bukanlah warga negara.

Pasalnya, ada saksi mata truk yang diparkir di Jembatan Sungai Serang pada Senin malam (2022-06-20).

“Sebagian besar peternak kami memiliki 2-5 ekor kambing.”

“Warga juga melihat truk diparkir sekitar pukul 22.30 WIB pada Senin malam,” kata Johnny, Kamis (23/2/2022), mengutip saluran YouTube TV.

Lihat Pencari Polisi

Dari pemeriksaan sementara, polisi memperoleh informasi dari saksi mata yang bertanggung jawab atas pembuangan bangkai kambing tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, kambing tersebut mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kapolres AKBP Semarang Yuvan Vatika mengatakan, pelaku telah meminta seorang rekannya dari Sumatera untuk membuang jasadnya dengan biaya sebesar Rs 100.000.

“Akhirnya menjadi mayat dan minta tolong. (Pelaku) meminta rekan di Landmark Semarang untuk mengeluarkan mayat. Dia hanya dibayar Rp 100.000,” kata Yovan.

Distribusi Vaksin PMK

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga Selasa 21 Juni 2022, Satgas PMK USDA melaporkan hingga 214.994 hewan terkena wabah penyakit mulut dan kuku.

Untuk mengantisipasi penyebaran PMK, anggota komite IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah mempercepat imunisasi hewan.

Juga, momentum dari Idul Adha akan segera datang.

Menurut Nitty, kondisi itu tak hanya merugikan petani desa.

Tetapi juga mengganggu mereka yang menyembelih hewan kurban.

Jadi, saya meminta pemerintah membantu penyebaran vaksin dengan lancar ke berbagai daerah.

3 juta vaksin

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Minko PMK) Mohajer Effendi menyerukan percepatan pendistribusian vaksin ke ternak.

Hal ini terutama berlaku di daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi.

Selain itu, penambahan vaksin secara luas sangat penting untuk mencegah ekspansi PMK, kata Mohajer.

“Kami harus menemukan vaksin karena kami tidak bisa menunggu lama untuk menghentikan penyebarannya,” kata Mohajer.

Seperti diketahui, pemerintah bersiap membeli 3 juta dosis vaksin darurat PMK.

Tahap pertama vaksin darurat adalah 800.000 dosis, dan tahap berikutnya adalah 2,2 juta dosis.

(/ Qalouh Wadia Wardani / Sharul Al-Imam / Fahdi Fahlawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.